Monthly Archives: July 2017

solid gold berjangka

DPR Pertanyakan Suntikan Modal ke BUMN

solid gold berjangka Badan Anggaran (Banggar DPR) dan pemerintah menyepakati penyertaan modal negara (PMN) dalam pembahasan awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017. Namun, DPR masih pertanyakan pemberian PMN kepada salah satu BUMN.

Pemerintah mengajukan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 2 triliun dan PT Djakarta Lloyd sebesar Rp 379,3 miliar. Anggota DPR Ihsan Yunus melontarkan pertanyaan mengenai kembali diadakannya PMN pada RAPBN-P 2017. Khususnya, pada Djakarta Lloyd.

“Cuma pertanyaan saya kemudian pada pemerintah kenapa KAI dan Djakarta Lloyd. Terutama Djakarta Lloyd,” kata dia Banggar DPR RI Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Padahal, kata dia, Djakarta Lloyd telah menerima PMN. Itu pun dengan pertimbangan yang berat mengingat kondisi keuangannya yang tak begitu baik.

“Saya ingat terakhir kita memberikan PMN, sangat mempertimbangkan PMN pada Djakarta Lloyd. Karena pada saat itu kondisinya sangat parah, kantor-kantor dijual, SDM amburadul sehingga ada pergantian-pergantian. Kalau dilihat laporan keuangan sangat kurang baik,” jelas dia. solid gold berjangka

Bukan hanya itu, dia juga mempertanyakan hasil daripada PMN yang telah dikucurkan sebelumnya. “Kedua udah dikucurkan Djakarta Lloyd sampai sekarang belum ada laporannya secara terperinci,” ujar dia.

Anggota DPR Wahyu Sanjaya bahkan meminta PMN tersebut ditolak. Lantaran, mesti diajukan dulu untuk dibahas di Komisi VI.

“Aturannya sederhana, barang ini tidak pernah dibahas Komisi VI. Berdasarkan UU MD3 PMN itu domain Komisi VI, belum saatnya dibahas di sini,” kata dia.

Dia meminta,  PMN tersebut seharusnya diajukan dulu pembahasannya di Komisi VI. “Kalau mau ajukan silakan ajukan Komisi VI,” ujar dia.

solid gold

ADHI fokus ke bisnis properti

solid gold PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan memfokuskan bisnisnya ke bisnis properti. Hal ini diungkapkan oleh Harris Gunawan, Direktur Keuangan ADHI sewaktu acara buka bersama wartawan, Kamis (15/6)

“Kalau WSKT fokus di tol, PTPP punya energi, ADHI melihat properti masih berpotensi cukup besar karena satu-satunnya yang punya previlage di LRT adalah ADHI dengan 54 ha di sekitar LRT sudah kita bebaskan dan itu akan menjadi mesin,” kata Harris.

Dengan lahan sebesar 54 hektare di sekitar wilayah pengembangan LRT tersebut, Harris bilang potensi pendapatan ADHI adalah sekitar Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun yang bakalan diraih ADHI dalam waktu 8 tahun. solid gold

Saat ini, ADHI akan berfokus untuk mengembangkan Trans Oriented Development (TOD). Perusahaan bahkan punya rencana untuk membuka satu unit usaha yang bergerak di bidang properti yang nantinya akan coba dirikan di bulan September. Perusahaan ini, nantinya akan berfokus untuk mengembangkan properti di area TOD.

klasemen liga inggris

Tampil Tajam di Ligue 1, Ini Rahasia Lacazette

klasemen liga inggris Alexandre Lacazette belum lama ini mengungkap rahasia yang membuatnya tampil begitu tajam di Ligue 1 dalam beberapa tahun terakhir.

Striker Prancis itu belum lama ini resmi bergabung dengan Arsenal, yang membelinya dengan harga 60 juta euro dari Lyon.

Lacazette diharapkan bakal jadi solusi atas masalah klub di lini depan. Ia datang ke Emirates dengan rekor 37 gol dalam 45 laga di musim 16/17 dan membantu Lyon finish di peringkat empat liga domestik, serta masuk semifinal Liga Europa.

Ketika bermain, saya senang menggunakan kecepatan untuk bekerja sama dengan rekan setim. Sebagai striker, saya tentu senang mencetak gol, namun saya tidak melulu hanya memikirkan hal tersebut,” tutur Lacazette menurut laman resmi klub. klasemen liga inggris

“Setiap melepas tembakan ke arah gawang, itu karena saya yakin bisa mencetak gol. Saya tidak sembarangan melakukannya. Saya coba terus tenang. Hal tersebut hanya bisa anda capai dengan terus berlatih dan bekerja keras.”

“Saya ingin memberikan 100 persen di tiap laga. Saya ingin menunjukkan saya layak mengenakan seragam ini. Saya ingin memastikan kami memenangkan trofi.

detiknews

Eksistensi Ojek Sepeda Kota Tua di Tengah Menjamurnya Ojek “Online”

detiknews Barisan sepeda kayuh tua masih terlihat di sisi depan Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, tempat yang biasa digunakan para pengojek sepeda menunggu calon penumpang sejak puluhan tahun yang lalu.

Namun, pemandangan yang cukup unik terlihat di area ini. Para pengojek sepeda terlihat berbagi tempat “mangkal” dengan para pengemudi ojek online dengan sepeda motor dan jaket seragam khas perusahaan masing-masing.

Beberapa kali para tukang ojek sepeda mendekati para penumpang yang baru saja turun dari kereta dan menawarkan jasa ojek sepeda kayuhnya.

“Mari neng mau ke mana, saya antar ya,” ujar seorang tukang ojeksepeda menawarkan jasanya kepada seorang wanita, Selasa (4/7/2017).

Sambil terus menatap layar ponselnya, wanita tersebut tak menghiraukan tawaran tukang ojek sepeda tersebut dan hanya melambaikan tangan kanan yang berarti penolakan.

Tak lama berselang, pengemudi ojek online dengan jaket berwarna hijaunya mendekati wanita tersebut dan memberikan helm berlogo perusahaan tempatnya bekerja.

Melihat hal tersebut, tukang ojek sepeda yang tampak tak muda lagi tersebut menarik mundur sepedanya dan kembali ke dalam barisan para tukang ojek sepeda tuanya. detiknews

“Belum rezeki ndon,” ujar tukang ojek yang lain.

Samto Senen, seorang pria berusia 64 tahun masih setia berprofesi sebagai tukang ojek sepeda tua di kawasan Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.

Samto yang tinggal di jalan Cengkeh, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat ini mengaku telah menekuni profesi sebagai tukang ojek sepeda sejak tahun 1982.

“Saya udah kerja jadi tukang ojek dari mulai saya umur 30 tahun. Waktu itu Jakarta Kota belum begini keadaannya,” ujarnya saat ditemuiKompas.com.

Samto bercerita, tiga puluh tahun yang lalu tukang ojek sepeda masih berjaya karena tak ada moda transportasi lain yang dirasa lebih efektif saat itu.

“Dulu daerah Jakarta Kota itu masih rawan, cuma ada empang doangdi sekitar sini. Waktu itu angkot, oplet masih jarang,” ceritanya.

Ia mengatakan, saat itu dalam sehari dirinya bisa mendapatkan penghasilan antara Rp 200 hingga Rp 300.

“Zaman itu kalau mau makan, Rp 25 aja udah kenyang, jadi lumayan penghasilannya pas zaman itu,” lanjutnya.

Sudah tiga tahunan ini ojek sepeda penumpangnya jarang. Sehari dapet 5 penumpang udah syukur alhamdullilah,” keluh seorang tukangojek sepeda lainnya, Surdi.

Menurutnya, keberadaan ojek online yang semakin menjamur menjadi salah satu penyebab turunnya jumlah penjmpang ojek sepeda di stasiun yang berdekatan dengan kawasan Kota Tua ini.

“Ya kami maklum sebenarnya, kan ojek online itu murah, cepat dan udah gampang kan orang mesennya. Ojek sepeda enggak bisa narik terlalu jauh,” sebutnya.

Ia mengatakan, hal ini juga lah yang menyebabkan mayoritas para penarik ojek sepeda di kawasan Kota Tua berusia lanjut.

“Yang muda kan pasti enggak ada yang mau ngojek sepeda. Enakan ngojek online, banyak penumpangnya dan enggak capek. Penumpang juga seneng, Rp 4.000 udah bisa naik ojek online kan,” kata dia.

Meski sepi penumpang, para tukang ojek sepeda bertekad akan terus membentuk barisan di depan Stasiun Jakarta Kota dengan topi safari dan sandal jepit yang menjadi ciri khasnya.

“Cuma ini yang kami bisa, dapetnya (penghasilan) berapapun kami tetep nunggu di depan (stasiun) sini,” tutup Samto.